Jamaah Salat Iduladha yang dimuliakan Allah,

Hari ini kita kembali dipertemukan dengan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Kaum muslimin di seluruh penjuru dunia mengumandangkan takbir, tahmid, dan tahlil sebagai tanda syukur dan penghambaan kepada Allah Swt.

Iduladha mengajarkan bahwa hidup seorang mukmin harus dipenuhi ketundukan kepada Allah. Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail memberikan teladan tentang kepatuhan, pengorbanan, dan keikhlasan dalam menjalankan perintah Allah.

Allah Swt berfirman:

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
“Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.” (QS. Al-Kautsar: 2)

Ibadah kurban mengajarkan bahwa penghambaan kepada Allah selalu membutuhkan keberanian untuk berkorban. Nabi Ibrahim rela meninggalkan kepentingan pribadi demi menjalankan perintah Allah. Nabi Ismail pun menerima ketentuan itu dengan penuh keikhlasan. Dari peristiwa inilah kita belajar bahwa iman itu berarti kesiapan untuk tunduk dan taat kepada Allah dalam keadaan apa pun.

Jamaah yang berbahagia,

Nabi Ibrahim merupakan teladan penghambaan yang sempurna. Ketika diperintahkan meninggalkan keluarganya di lembah tandus, beliau patuh. Ketika diperintahkan menyembelih Nabi Ismail, beliau juga tunduk sepenuhnya kepada Allah. Tidak ada penolakan, tidak ada keraguan, dan tidak ada tawar-menawar terhadap perintah Allah. Kepatuhan itulah yang menjadikan Nabi Ibrahim dikenang sepanjang zaman sebagai imam bagi orang-orang beriman.